Benchmark ASUS iSCSI Storage 10GbE SFP+ speed

Pada sesi ini penulis akan memberikan informasi mengenai hasil tes performa read write server yang menggunakan iSCSI storage server. Server yang digunakan untuk tes performa iSCSI adalah ASUS server.

Beberpa perlengkapan yang digunakan oleh penulis.

  • ASUS server TS700-E8-RS8 yang dikonfigurasi sebagai iSCSI storage server. Spesifikasi : Processor Intel® Xeon® Processor E5-2609 v2 2.4Ghz, 8 GB DDR3 RDIMM, 8 hard disk 1TB SATA Enterprise, Raid controller PIKE 2108 512MB cache supporting RAID 0,1,5,10,50 dan 60.
  • ASUS server RS100-E8-PI2 sebagai server storage client( server yang menggunakan iSCSI disk pada iSCSI storage server). Spesifikasi : Processor Intel® Xeon® Processor E3-1230 v3 3.3Ghz, memory 4GB ECC DDR3, 1TB SATA Enterprise sebagai tempat instalasi sistem operasi.
  • Sistem operasi yang digunakan baik server dan iSCSI storage server adalah Linux CentOS 6.6 64 bit
  • Transceivers module 10GbE SFP+ dengan kabel optik 3 meter
  • Switch Opzoon 4 port 10GbE port SFP+
  • Software IET (iSCSI Enterprise Target) untuk meng-enable iSCSI target.

Topologi benchmark

topology_iscsi

Metodologi 

Server ASUS TS700-E7-RS8 diinstall Linux CentOS 6.6, kemudian diinstall software IET untuk meng-enabled iSCSI storage server. iSCSI storage server (TS700-E7-RS8) dihubungkan ke switch 10GbE SFP+ menggunakan kabel fiber transceiver SFP+ SR mode. iSCSI client juga dihubungkan ke switch dengan kabel yang sama. Switch yang digunakan adalah Opzoon PT-3750E-28T yang memiliki 4 port 10GbE SFP+ port.

iSCSI client akan menggunakan iSCSI disk pada iSCSI storage server menggunakan software iSCSI initiator. Benchmark hard disk iSCSI dilakukan melalui iSCSI client (RS100-E8) dimana hard disk iSCSI storage  seolah-olah dikenali sebagai internal hard disk pada iSCSI client. Throughput yang dihasilkan benchmark hard disk pada RS100-E8 menggambarkan Throughput performa penulisan dan pembacaan data ke iSCSI storage server.

Data Hasil Benchmark

  iSCSI Write back mode Internal Write back mode
Avg Read (MB/s) Avg Write (MB/s) Avg Read (MB/s) Avg Write (MB/s)
RAID 0 328.3 888 343.6 1600
RAID 1 161.8 669.7 278.7 1500
RAID 10 305 826.1 505.3 1000
RAID 5 300.1 835.5 325.9 1100
RAID6 302.5 798.5 328.3 921.1
RAID 50 571 856.3 589.4 1200
RAID 60 564.1 823.2 582.4 961.5
Single 161.4 810.4 159.1 1700

Kesimpulan :

Untuk performa read write menggunakan iSCSI sedikit lebih lambat (read performance) dibanding menggunakan internal storage karena memang data harus melalui perangkat network jadi timbul latency. Untuk write performance memang lebih lambat karena kecepatan dibatasi secara teori 10Gbps sehingga untuk benchmark performance write pada writeback mode dibawah aatau sama dengan 10Gbps.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: