Bonding NIC

Konfigurasi Bonding Network Interface Card

Bonding menyediakan link redundant, fault tolerance, atau load balancing jaringan dan merupakan cara yang paling cocok untuk menyediakan HA untuk segmen jaringan. Bondng menggunakan lebih dari satu port NIC untuk bisa mendapatkan fault tolerant dan load balancing. Beberpa mode bonding adalah sbb:

  1. mode=0 (load balancing round robin) –  Mengirimkan paket secara sekuensial dari slave pertama yang ada hingga terakhir. Mode ini menyediakan load balancing and fault tolerance.
  2. mode=1 (active-backup) – Active-backup hanya menyediakan satu slave (nic) yang aktif. Pada slave (nic) lain akan aktif hanya dan jika aktif slave gagal. IP Address akan tampak pada satu port (network adapter). Mode ini menyediakan foult tolerant.
  3. mode=2 (balance-xor) – Mengirimkan paket berdasarkan (sumber MAC alamat XOR’d dengan alamat tujuan MAC) perhitungan modul slave. Mode ini memilih slave yang sama untuk setiap alamat tujuan MAC. Mode ini menyediakan load balancing dan fault tolerant .
  4. mode=3 (broadcast) – Mengirimkan semua paket pada semua slave interface. Mode ini menyediakan fault tolerance.
  5. Mode=4 (802.3ad) IEEE 802.3ad Dynamic Link Aggregation) –  Menciptakan kelompok agregasi yang berbagi kecepatan duplex. Menggunakan semua port NIC slave pada aktif aggregator berdasar spesifikasi 802.3ad. Konfigurasi ini membutuhkan juga switch yang memiliki fitur untuk menjalankan 802.3.ad.
  6. mode=5 (balance tlb / transmite load balancing) Mode bonding yang tidak memerlukan fitur switch spesial. Outgoing traffic didistribusikan berdasar beban (current load) pada masing-masing slave port. Incoming traffic diterima oleh salah satu slave. Jika terjadi kegagalan pada slave yang menerima incoming traffic, maka slave yang lain akan mengambil alih MAC address dari slave yang gagal.
  7. mode=6 (balance alb / adaptive load balancing) – Mode bonding yang terdiri dari balance tlb (transmite load balancing) dan balance rlb (receive load balancing) untuk IPv4 traffic. Mode ini tidak memerlukan fitur switch spesial.

    Untuk melakukan bonding, lihat langkah-langkah berikut :

    1. Login ke server dengan privilege root.
    2. Buat device baru dengan nama bond0, dengan perintah nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-bond0
    3. Isikan parameter seperti gambar di bawah. BONDING_OPTS diisi dengan mode bonding yang diinginkan sesuai dengan penjelasan mode bonding. Pada contoh diisi dengan mode 0 (round robin).
    4. Ubah parameter masing-masing port NIC yang akan didaftarkan sebagai grup bonding. Pada contoh ini port eth0, eth1, eth2 dan eth3 akan didaftarkan menjadi grup bond0. Untuk mengubah parameter masing-masing port nic, ketikan perintah nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-<nama_port>. Setelah selesai restart network dengan perintah service network restart.

    port eth0port eth1

    port eth2

    port eth3

     5. Lihat status bondingdengan perintah  cat /proc/net/bonding/bond0.

One Response

  1. Sob’ Thank’s untuk tutorialnya ya..
    mudah2an 2 eth (eth0 sama eth1) bisa aktif dua-dua nya di beda ip lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: